Koranriau.com , Tiga pedagang mengalami luka berdarah di bagian kepala hingga dilarikan ke Rumah Sakit, akibat bentrokan antara para pedagang di Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan tim yustisi Kota Pekanbaru, Selasa, (24/2/2020).

Menanggapi hal itu, Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Agus Pramono mengatakan, korban luka dikarenakan lemparan batu dari pihaknya sendiri. Ia menjelaskan, timnya juga mendapati bukti adanya oknum pedagang yang mengumpulkan batu-batu tersebut saat aksi berlangsung tadi.
“Kalau yang kepalanya berdarah itu, ya terkena lemparan batu dari temannya sendiri. Kitakan penertiban tidak pakai batu, yang melempar mereka,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.
Sementara itu, Agus memaparkan bahwa dipihak Satpol PP sendiri, ada seorang ajudan dan 7 personil Satpol PP Kota Pekanbaru yang luka-luka. Korban luka ini diantaranya akibat lemparan batu dan pemukulan.

Terkait :   Dengan Rasa Kekecewaan, Ribuan Guru Tinggalkan Kantor Walikota Pekanbaru Usai 2 Jam Lebih Aksi

“Dari Satpol PP Pekanbaru juga ada satu ajudan dan 7 anggota saya yang terluka. Kalau dari pihak tim yustisi lain, kita belum pasti,” jelasnya.
Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya, para pedagang TPS menggelar aksi untuk menolak penertiban kiosnya hari ini, yang berlangsung mulai pagi hingga sore tadi. Aksi itu kemudian berujung bentrok dengan tim penertiban atau tim yustisi Kota Pekanbaru.
Edo seorang pedagang pasar yang tengah menjaga tempatnya berjualan, mengatakan, dari pengakuan salah satu petugas Satpol PP, bahwa petugas Satpol PP yang ada di lokasi masih menunggu keputusan dari atasannya.
“Kata petugas Satpol PP itu mereka masih menunggu keputusan, tapi katanya masih menunggu keputusan kenapa buat keributan disini, jangan memancing emosi pedagang. Katanya dia menertibkan ini, saya bilang tolong jangan dipegang apa-apa menjelang ada keputusan dari atas, mereka menunggu keputusan tapi sudah buat keributan. Kalau ini keputusannya positif, kami mundur, kami bubar. Tapi kalau masih negatif kami pedagang mungkin akan arogan,” terang Edo kepada GoRiau.com, Selasa (25/2/2020).
Selanjutnya, Edo menyayangkan karena tindakan Bariyah petugas, mengakibatkan tiga orang pedagang terluka, ia mempertanyakan jika sampai ada yang terluka, kepada siapa para pedagang meminta pertanggungjawaban.
“Tadi ada tiga orang pedagang luka pada bagian kepalanya itu bocor, sekarang kami dari pedagang masih bisa mengobati bawa mereka ke rumah sakit, tapi suatu saat kami akan menuntut. Pokoknya mereka terluka saat bentrok dengan Satpol PP tadi, sudah dibawa ke Runah Sakit Santa Maria,” tutup Edo.

Terkait :   Sebelum Serang Petugas di Mapolres Meranti,Ini Ancaman Pelaku

Sumber : goriau.com