Koranriau.com ,Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, baru saja memamerkan robot pemadam kebakaran jenis LUF 60 yang dimiliki Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta.

Untuk mendapatkan satu unit robot tersebut, Anies harus menggelontorkan uang sebesar Rp8 miliar. Robot pemadam kebakaran ini memiliki banyak kecanggihan. Berikut ulasannya:

Antisipasi Kebakaran di Terowongan MRT
Dia menyebut robot LUF 60 memiliki lebar kira-kira 135 meter. Ukuran itu dapat menjangkau gang atau jalan kecil yang tidak dapat dilalui oleh mobil pemadam kebakaran. Salah satunya di terowongan MRT.

“Antisipasi kebakaran di terowongan @mrtjkt. Robot ini bisa masuk ke stasiun dan mampu naik-turun tangga dengan sudut kemiringan sekitar 30 derajat,” tulis Anies di akun instagramnya.

Terkait :   Agar Terhindar Virus Corona, Imigrasi Tolak 118 WNA yang Masuk ke Indonesia

Kemudian Anies menuliskan robot pemadam kebakaran dilengkapi ventilator fan buat menyedot asap kebakaran, kemudian bisa dibuang sejauh 99 meter melalui air ducting.

Berbasis Remote Control
Dalam pengoperasiannya, sistem robotik berbasis remote control dengan radius 300 meter. Kendati begitu, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Satriadi Gunawan menyebut petugas tetap dapat melihat kondisi di dalam ruangan yang terbakar.

“Melalui monitor thermal imaging camera dapat membantu pasukan dalam mengidentifikasi asal sumber api dan juga posisi korban,” ujarnya di kantor Dinas Gulkarmat, Jakarta Pusat, Kamis (13/2).

Semprot Air Dalam Bentuk Water Fog

kemudian dapat menyemprotkan air dalam bentuk water fog, water cannon, dan foam, dengan jangkauan semprot 70-80 meter.

Terkait :   Dispar Diminta Untuk Lebih Kreatif oleh Komisi V

“Unit LUF bisa independen dioperasikan tanpa pompa dari mobil pemadam, bisa direct dari hydrant pilar ataupun open source via submersible pump,” ucap Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satriadi.

Sumber : merdeka.com