Koranriau.com ,PEKANBARU-Mentri Tenaga Kerja (Menaker), Ida Fauziyah, angkat bicara terkait kasus kecelakaan kerja pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai, yang menewaskan salah seorang pekerja subkontraktor PT Hutama Karya, yakni PT Grant Surya Pondasi (GSP), pada Senin (10/2) lalu. Menaker menegaskan setiap perusahaan harus mengutamakan kesehatan keselamatan kerja (K3).

Kecelekaan kerja yang menewaskan, Aprianto Manik (23), yang saat itu tengah melakukan setting alat berat di seksi IV Proyek Tol Pekanbaru-Dumai. Penerapan K3 harus dilaksanakan di semua perusahaan, termasuk dalam proses pembangunan Tol Trans Sumatera, tegasnya.

“Pembangunan infrastruktur kan memang juga tetap diteruskan pak Jokowi. Jadi kita minta semua harus tetap hati-hati dan penerapan K3 harus tetap dilaksanakan,” ujar Menaker Ida Fauziyah, Jumat, usai acara bulan keselamatan kesehatan kerja, di PTPN V Pekanbaru, Jumat (14/2).

Sementara itu, Plt Kadisnaker Riau, Jonli, menjelaskan pihaknya sudah menerima laporan terkait dengan meninggalnya salah seorang pekerja di pengerjaan jalan tol Pekanbaru-Dumai. dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan.

“Sekarang ini masih proses ya, nanti kalau sudah selesai di infokan,” jelasnya.

Terkait :   Mualaf, Kakek ini Akhirnya Mau Disunat Saat Umur 75 Tahun

Sebelumnya, Sekretaris perusahaan HM M Fauzan, menjelaskan, HK sebagai BUMN yang bergerak di industri pengembangan infrastruktur tol Pekanbaru-Dumai, menaruh perhatian lebih pada aspek keselamatan kerja. Dan pihaknya atas kejadian ini akan meminta kontraktor yang terlibat dengan proyek ini untuk mengevaluasi kembali prosedur kerja yang diterapkan oleh vendor/sub-kontraktor mereka

“Kami sangat concern dengan penerapan K3 pada setiap lingkungan kerja di Hutama Karya baik di kantor pusat maupun di proyek, terutama di proyek strategis nasional yang melibatkan banyak pihak. Misi kami menciptakan safety culture di lingkungan perusahaan, jelas Muhammad Fauzan,” ujar Fauzan.

Terpisah Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), Alfa Haga Rachmady, mengatakan, Atas insiden tersebut, PT HKI menyatakan pengerjaan proyek jalan tol Pekanbaru-Dumai tetap berjalan dan tidak dihentikan, setelah terjadinya kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa. Pihak HKI, anak perusahaan BUMN HK, menyatakan kasus tersebut akan tetap diinvestigasi oleh instansi terkait.

“Tetap berjalan pembangunannya, untuk selanjutnya, kami menanti investigasi dari Disnaker terkait hal tersebut. Kami akan kabari segera jika perkembangan lebih lanjut,” jelas Alfa Haga Rachmady.

Terkait :   Suami Ditangkap 18 Jam setelah Bunuh Istri

Dijelaskannya, insiden itu terjadi di lokasi proyek tol Tans-Sumatera Ruas Pekanbaru-Dumai pada hari Senin (10/2). Korban adalah pekerja perusahaan subkontraktor PT Grant Surya Pondasi (PT GSP) yang sedang memobilisasi alat menuju lokasi pekerjaan.

Sesuai prosedur kualitas dan keselamatan HKI, lanjutnya, diwajibkan untuk diselenggarakannya inspeksi bersama oleh HKI, vendor, konsultan dan pemilik pekerjaan untuk menilai kelayakan alat yang akan bekerja.

“Namun sebelum inspeksi tersebut dilakukan, alat diseting oleh korban, dan terjadilah kejadian yang tidak diinginkan tersebut. Korban tertimpa alat berat crane hingga meninggal dunia,” jelasnya.

Saat kejadian tersebut, PT GSP langsung berkoordinasi dengan HKI dan pihak keluarga untuk melakukan evakuasi korban dan langkah lanjutannya sesuai dengan aturan dan prosedur yang ada.

“Info dari PT GSP yg koordinasi dengan keluarga korban, jenazah korban dihantarkan ke Samosir (Sumatera Utara),” tutupnya.

Sumber : haluanriau.co