Koranriau.com, PEKANBARU-Sejak 2017, melalui Fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2017, MUI telah mengharamkan perayaan Valentine Day yang dilakukan setiap tanggal 14 Februari.

Untuk itu Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur Ainul Yaqin mengingatkan umat Islam, terutama muda-mudi, tentang Fatwa MUI tersebut. Merujuk hal itu, MUI mengimbau umat Islam agar tidak latah merayakan momentum lazim disebut Hari Kasih Sayang itu.

Sedikitnya ada tiga alasan kenapa Valentine Day diharamkan oleh MUI.

Pertama, perayaan itu bukan termasuk tradisi Islam. “Karena itu, enggak usah ikut-ikutan karena Valentine bukan tradisi Islam,” katanya, Rabu (12/2/2020).

Kedua, lanjutnya, perayaan Valentine Day menjurus pada pergaulan bebas, seperti hubungan badan di luar nikah. Jika ikut-ikutan merayakan, sama saja dengan mendorong Valentine Day. Ketiga, tradisi dari luar itu berpotensi menimbulkan keburukan.

Terkait :   Mengenaskan, Istri Tewas Bersimbah Darah di Dalam Rumahnya

“Kita tidak boleh ikut menyiarkan sesuatu yang berpotensi menimbulkan keburukan tadi. Karena itu, anjurannya orang Islam enggak usah ikut-ikutan lah,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, ormas Islam di Makassar juga menyerukan penolakan terhadap perayaan hari valentine atau valentine day yang rutin diperingati sebagian orang setiap 14 Februari. Valentine Day dinilai tak ada manfaatnya.

Ketua Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan, Muchtar Daeng Lau, menegaskan dalam tinjauan Islam, perayaan itu sama sekali tidak ada manfaatnya. Ajaran Islam tak pernah mengajari melakukan perayaan seperti itu.

“Karena pada hakikatnya, valentine ini hanya mengajari tentang pacaran atau hubungan yang tak halal. Padahal, kalau berbicara tentang kasih sayang, tentu kasih sayang pada tempatnya dan tidak harus menunggu waktu tertentu,” ujarnya, Rabu (12/2/2020).

Terkait :   Ini yang Dilakukan SMKN 7 Pekanbaru Menjelang Uji Kompetensi Keahlian (UKK)

Sumber : haluanriau.co