Koranriau.com,PEKANBARU-Tak lama lagi, kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melibatkan PT Teso Indah (TI) akan bergulir ke persidangan. Ada dua orang tersangka dalam perkara dugaan kejahatan lingkungan itu.
Adapun tersangka itu adalah Halim Kusuma. Direktur Operasional atau Kepala Kantor PT TI itu mewakili korporasi dalam perkara ini. Sementara tersangka perorangan adalah Sutrisno selaku Asisten Kepala (Askep) Kebun.
Keduanya telah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) beserta barang bukti kejahatannya. Tahap II itu dilakukan pada pekan kemarin.
“Tersangka dan barang bukti diserahkan ke kantor Kejari (Kejaksaan Negeri,red) Inhu (Indragiri Hulu,red) di Rengat pada Jumat (7/2) kemarin,” ungkap Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadir Reskrimsus) Polda Riau, AKBP Fibri Karpiananto, Minggu (9/2).
Menurut Fibri, tahap II itu dilakukan setelah pihaknya merampungkan proses penyidikan. Sejumlah keterangan saksi dan ahli, serta barang bukti telah dikumpulkan.

Lanjut dia, total luasan perusahaan yang terbakar dalam perkara ini adalah seluas 69,06 hektare. Di antaranya areal perkebunan kelapa sawit milik PT TI di Estate Rantau Bakung di blok T18, T19 dan T20 seluas 31,81 hektar. Lahan yang terbakar ini berbatasan dengan Suaka Margasatwa Kerumutan.
Sisanya, kebakaran lahan terjadi di blok N14, N15 dan N16 seluas 37,25 hektare di Desa Rantau Bakung, Kecamatan Rengat Barat, Inhu.
Fibri menambahkan, setelah dilakukan proses tahap II ini, artinya penanganan perkara di kepolisian, sudah selesai. “Selanjutnya kasus ini akan masuk ke persidangan,” sebut mantan Kapolres Kuantan Singingi (Kuansing) itu.
Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Muspidauan mengatakan, saat ini penanganan perkara telah berada di Kejaksaan. JPU, kata dia, akan segera menyusun surat dakwaan untuk kedua tersangka.
“JPU akan menyusun surat dakwaan sebelum berkas perkara dilimpahkan ke pengadilan,” kata Muspidauan saat dikonfirmasi terpisah.
Diyakininya, surat dakwaan itu akan segera rampung. Dimana proses penyusunannya akan dilakukan Jaksa pada Kejati Riau dan Kejari Inhu.
Diketahui, lahan perusahaan PT TI seluas sekitar 69 hektare di Inhu, terbakar pada Agustus 2019 lalu.
Dalam pengusutan perkara itu, penyidik turun langsung ke lapangan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Penyidik juga telah melakukan pengukuran dan pemetaan tematik bersama ahli dari Kantor Pertanahan kabupaten setempat.
Sejumlah saksi, baik dari pihak perusahaan, masyarakat sekitar, dan dinas terkait juga diperiksa untuk dimintai keterangan.
PT TI diancam dengan Pasal 98 ayat (1) Undang-Undang (UU) RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Ancaman pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 10 tahun, denda maksimal Rp10 miliar.
Selain itu juga dijerat dengan Pasal 99 ayat (1) UU RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Ancaman hukuman minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp3 miliar.

Terkait :   Gara-gara Karhutla, Rumah Warga Dumai-Riau Nyaris Terbakar

Sumber : haluanriau.co