Koranriau.com , PEKANBARU-Komisi V DPRD Provinsi Riau telah mengevaluasi kinerja Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Riau pada tahun sebelumnya. Hasilnya, Komisi V meminta Dispar Riau untuk lebih kreatif, terutama dalam menggarap agenda pariwisata berkelanjutan.

Demikian diungkapkan Ketua Komisi V DPRD Riau Eddy A Mohd Yatim, belum lama ini. Dikatakan dia, pihaknya telah pernah menyampaikan kepada Dispar Riau agar usulan program bisa dilaksanakan.

“Beberapa kali kami pernah sampaikan usulan program agar dilaksanakan, namun tidak ada perubahan signifikan. Ini yang harus dijadikan evaluasi untuk tahun 2020 ini,” ujar Eddy.

Menurut dia, sejumlah kegiatan atau program yang dilaksanakan selama ini, sama sekali belum dikerjakan secara serius. Angka kunjungan wisatawan baik lokal maupun asing ke Bumi Lancang Kuning, kata dia, tidak menunjukkan kenaikan yang tidak terlalu signifikan.

Bahkan dirinya melihat dinas terkait selama ini hanya fokus pada kegiatan seremonial saja. Seharusnya Dispar sebagai leading sector bisa mengawal program yang direncanakan secara berkelanjutan.

Terkait :   Peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun PGRI ke-72 Digelar 14 Desember

“Iven, habis itu selesai. Harusnya ada kelanjutan. Padahal potensi objek wisata kita bagus. Banyak yang tidak terkelola dengan baik,” kata Politisi Partai Demokrat itu.

Lanjut Eddy, Dispar Riau seharusnya memiliki peta induk destinasi wisata di Riau. Ketika itu ada, maka secara sistemik pembenahan bisa dilakukan. Bahkan arah untuk kemajuan pariwasata di Riau bisa terukur lebih baik.

Hal itu bisa dilihat dari hasil capaian serta evaluasi yang diadakan secara berkala. Sehingga bisa beriring dengan penambahan jumlah pendapatan asli daerah.

Untuk pengelolaan dan perawatan, Dispar Riau dikatakan dia, bisa berkolaborasi dengan instansi lainnya. Seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk perbaikan akses jalan menuju destinasi wisata. Sehingga, target pembangunan bisa di selelaraskan dengan objek pariwisata yang ada.

Terkait :   Nelayan Menemukan Warga Malaysia Terapung di Perairan Bengkalis

“Kita lihat saja Pulau Rupat. Apakah sudah terkelola dengan baik? Masih banyak tujuan wisata di sana yang belum tersentuh,” sebut dia.

“Sering kali kami sampaikan, kita tidak bisa lagi mengandalkan sektor migas. Harus move on. Salah satu yang akan menjadi harapan itu, ya pariwisata,” sambung Eddy A Mohd Yatim.

Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap institusi yang dipimpin Raja Yoserizal selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Riau itu. Kemudian akan dilakuka evaluasi terhadap kinerja tahun 2019 lalu.

Tidak hanya itu, Komisi V akan melakukan pengawalan terhadap program yang telah dicanangkan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau Tahun Anggaran (TA) 2020.

Sumber : haluanriau.co