Koranriau.com – Pemerintah China tengah melobi pemerintah Indonesia untuk menjemput sejumlah warganya yang masih berada di Bali. Ada sekitar 5.000 warga China yang masih berada di Pulau Dewata.

Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali-Nusa Tenggara, Elfi Amir, mengatakan, China mengajukan permohonan menjemput warganya pada Jumat (7/2) besok, pukul 17.00 WITA di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Rute penerbangan yang dipakai adalah Shanghai-Denpasar-Wuhan.

Menurut Elfi, pihaknya masih menunggu proses izin dari Kementerian Perhubungan, hingga masalah diplomatik terkait pemulangan turis China imbas wabah vurus corona.

“Belum ada kepastian masih nunggu flight overall, diplomatic clearance, security clearance. Kalau permintaan dari Konjen ya tanggal 7 Februari jam 3 sore,” kata Elfi saat dihubungi, Kamis (6/2).

Rencananya, China akan menjemput warganya dengan menggunakan pesawat China Eastern 777 yang berkapasitas 248 penumpang. Namun, Elfi belum mengetahui jumlah pesawat yang digunakan dan warga yang akan dijemput pada tahap pertama.

Terkait :   Tempat Hiburan Terancam Disegel,Satpol PP Pekanbaru Wajibkan Bayar Pajak

“Belum tahu, tergantung dari Konjen yang pasti kita Indonesia support. Seandainya tipe 777 paling 248 penumpang,” kata dia.

Elfi mengatakan, tidak ada penanganan khusus yang dilakukan di Bandara Ngurah Rai dalam upaya penjemputan warga China. Namun, Dia berharap para kru kabin tidak turun dari pesawat saat mendarat di Bali. Ini sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona.

“Biasa aja yang akan kita angkutan orang-orang sehat semua. Yang datang enggak ada sakit. Cuma saya minta kalau bisa krunya itu tidak turun. Karena pesawat ini kan datangnya dari Shanghai. Shanghai kan dari China daratan. Kalau bisa kru atau pilotnya tidak menginap di sini. Istilahnya ferry flight dari Shanghai kosong langsung ke Denpasar. Dari Denpasar langsung ke Wuhan, Hubei,” kata dia.

Terkait :   Disiksa Pasien,Beginilah Kondisi Perawat di Wuhan

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, telah resmi menutup rute penerbangan dari dan ke China mulai Rabu (5/2) pukul 00.00 WITA. Penutupan dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Dalam penerbangan terakhir dari Bandara Ngurah Rai ke China kemarin, ada 127 turis asal China meninggalkan Bali. Namun, berdasarkan data Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) tercatat masih ada sekitar 5.000 turis China di Bali.

Dalam kunjungan normal setiap harinya, ada 6.000 turis China menyambangi Pulau Dewata. Sejak pemerintah China melarang warganya untuk bepergian demi mencegah penyebaran virus corona, kunjungan turis di Bali semakin menurun.

Sumber : Kumparan.com