Koranriau.com , Beberapa pekan terakhir penyebaran Virus Novel Coronavirus 2019-nCoV atau lebih dikenal Virus Corona menggemparkan masyarakat dunia.

Bukan hanya di Wuhan, China saja bahkan sejumlah negara lainnya juga kewalahan mencegahnya. Apalagi sudah ada satu orang di Filipina yang meninggal karena virus tersebut.

Guna mencegah terjangkit virus corona, Dokter Spesialis Paru RS Universitas Indonesia, Raden Rara Diah Handayani memberikan tips khusus.

Pertama, masyarakat diminta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Caranya dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir minimal selama 20 detik. Kedua, hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang tidak dicuci.

Ketiga, penuhi kebutuhan nutrisi dengan pola makan seimbang, istirahat cukup dan berhenti merokok bagi perokok. Keempat, hindari kontak dekat dengan orang menderita demam dan batuk. Kelima, jangan makan makanan mentah terutama dari hewan.

“Jangan lupa, perhatikan etika saat batuk dan bersin. Tutup mulut dan hidung dengan tisue saat bersin atau batuk,” jelas Diah di RS UI, Depok, Jawa Barat, Selasa (4/2).

Terkait :   Manfaat (Strawberry)Stroberi Kebun Bagi Kesehatan Tubuh,Berikut Penjelasannya

Jika tidak memiliki tisue, Diah menyarankan agar menggunakan lengan dalam baju untuk menutup hidung dan mulut saat bersin atau batuk. Jangan gunakan tangan untuk menutup mulut dan hidung.

Selain itu, jangan meludah atau membuang dahak sembarangan. Segera buang tisu yang telah dipakai ke tempat sampah.

Diah menjelaskan virus corona menyerang sistem pernapasan manusia dan memiliki gejala yang sama dengan infeksi pernapasan lainnya. Bedanya dengan virus lain, virus corona memiliki virulensi atau kemampuan yang tinggi untuk menyebabkan penyakit fatal.

Gejala umum dari pasien terjangkit virus corona yakni demam dengan suhu 30 derajat Celcius atau lebih, batuk, pilek, nyeri tenggorokan hingga gejala infeksi saluran napas bawah yang berat.

Proses penyebaran virus ini melalui udara yang terhirup lewat hidung dan mulut. Sehingga masuk dalam saluran pernapasan atas, lalu ke tenggorokan hingga paru-paru.

Terkait :   Earphone Bisa Sebabkan iritasi dan infeksi,Begini tips Bersihkan Earphone

“Masa inkubasi virus ini 2 sampai 14 hari. Itulah mengapa kita mewaspadai periode dua minggu ini,” tutur Diah.

Virus Corona Sensitif Suhu Panas

Spesialis Mikrobiologi RS UI, Fera Ibrahim mengatakan virus corona dapat mengalami kelumpuhan di tengah suhu 56 derajat Celcius saat berada di luar sel inang atau ketika berada di ruang terbuka.

“Jadi corona virus itu sensitif terhadap suhu panas,” ujarnya.

Fera menjelaskan, virus corona merupakan mikroorganisme parasit yang tidak dapat berproduksi di luar sel inang. Virus tersebut baru bisa bereplikasi memperbanyak diri kalau sudah masuk ke dalam sel hidup. Artinya, saat virus corona berada di ruang terbuka belum menjangkiti sel inang.

“Virus dapat dilumpuhkan salah satunya melalui pemanasan pada suhu sekitar 56 derajat Celcius selama 30 menit,” jelas dia.

“Virus tersebut juga dapat dilumpuhkan dengan alkohol pada kadar tertentu dan cairan disinfektan yang mengandung chlorine, hydrogen peroxide dan pelarut lipid,” sambungnya.

Sumber:merdeka.com