Koranriau.com – Karena menjual senjata pistol dinas kepada sipil seorang anggota polisi masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Saat ini Densus 88 Antiteror Polri masih melakukan pencarian.

“Sudah dikeluarkan (DPO) dan kita lakukan pencarian kepada yang bersangkutan,” tutur Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (28/1/2020).

Berdasarkan surat DPO yang ditandatangani oleh Kabidpropam Polda Kalimantan Barat Kombes Rudy Mulyanto, anggota polisi itu berinisial Brigadir HH. Dia bertugas sebagai Banit Opsnal Subbid Surveillance Ditintelijen Densus 88 Antiteror Polri.

Langgar Kode Etik

Brigadir HH terbukti melanggar kode etik profesi Polri dengan melakukan penyalahgunaan senjata api dinas jenis Glock 17 nomor KTN 743, dengan cara menjual kepada orang lain yang bukan anggota Polri.

Terkait :   Divonis 3 Tahun Penjara, Habib Bahar Cium Bendera Merah-Putih, 'Allahu Akbar'

Selain itu, dia juga telah melakukan penipuan dan penggelapan kendaraan mobil milik Entoh Bin Mamat berdasarkan adanya Laporan Polisi Nomor: LPI21/IV/2019/Banteanes.Pandeglang/SekBanjar tanggal 14 April 2019.

Brigadir HH pun tidak melaksanakan kedinasan tanpa keterangan selama lebih dari 30 hari kerja sejak tanggal 5 Maret 2019 sampai dengan saat ini bulan Juli 2019.

Sumber: Liputan6.com/merdeka.com