Koranriau.com , Pekanbaru – Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru tidak lagi menggelar Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) bagi siswa kelas 6 Sekolah Dasar (SD) setempat pada tahun 2020 ini.

“Hal ini sesuai arahan Menteri Pendidikan RI,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal, di Pekanbaru, Jumat.

Abdul Jamal menjelaskan walau USBN bagi peserta kelas enam di sekolah dasar ditiadakan, namun para siswa tetap akan ada ujian atau berganti menjadi Ujian Akhir Sekolah (UAS).

“UAS ini diselenggarakan sekolah dan bagi peserta didik SD rencana berlangsung pada Mei 2020,” katanya.

Dikatakannya dalam hal itu, sekolah punya kebijakan terhadap penilaian peserta didik dalam UAS.Proses penilaian nantinya jauh berbeda dengan USBN.

Terkait :   Kapolda Riau Berduka, Brigjen Pol Supriyanto (Mantan Kapolda) Meninggal Dunia.

“Jadi semua penilaian tergantung sekolah,” paparnya.

Jamal mengatakan lagi, sekolah menjadi penyelenggara penuh dalam UAS. Termasuk soal disusun oleh pihak sekolah.

Tim pengawas juga dari sekolah. UAS tidak memberlakukan pengawas silang layaknya USBN.

Proses koreksi hasil ujian pun dilakukan oleh panitia sekolah. Sehingga kembali ke manajemen berbasis sekolah.

“Perihal penyusunan soal dan jadwal, nanti disampaikan,” terangnya.

Jamal menambahkan, bahwa adanya alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk USBN bisa digunakan untuk pengembangan mutu guru. Mereka nantinya bisa mendatangkan pelatih untuk membuat soal UAS.

“Hal ini dalam upaya peningkatan mutu guru,” ulasnya.

Perlu diketahui data Disdik Pekanbaru mencatat ada 300 lebih SD setempat yang akan menggelar UAS. Sementara jumlah mata pelajaran yang diujikan dalam UAS yakni agama, PKN, IPS, olahraga, kesenian, matermatika, sains dan Bahasa Indonesia.

Terkait :   Tragis! Ini Tragedi Cinta Ramli dan Sia, Terganjal Uang Panai, Berakhir di Racun Rumput, 'Sia...Bangun Sia...'

Sumber : riau.antaranews.com