Koranriau.com – Salah satu masalah kesehatan yang masih belum teratasi dan angka kejadiannya yang masih tinggi di Indonesia adalah HIV (Human Immunodeficiency Virus. HIVHIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh, dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Semakin banyak sel CD4 yang dihancurkan, kekebalan tubuh akan semakin lemah, sehingga rentan diserang berbagai penyakit.Infeksi HIV yang tidak segera ditangani akan berkembang menjadi kondisi serius yang disebut AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

Sampai saat ini belum ada obat untuk menangani HIV dan AIDS. Akan tetapi, ada obat untuk memperlambat perkembangan penyakit tersebut, dan dapat meningkatkan harapan hidup penderita.

Penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Indonesia sangatmemprihatinkan. Indonesia menjadi salah satu negara yang termasuk dalam Kawasan Asia Pasifik. Kawasan ini menduduki peringkat ketiga sebagai wilayah dengan pengidap HIV/AIDS terbanyak di seluruh dunia dengan total penderita sebanyak 5,2jutajiwa. Indonesia menyumbangangka 620.000 dari total 5,2jutajiwa di Asia Pasifik yang terjangkit HIV/AIDS. Jikadikelompokkanberdasarkanlatarbelakangnya, penderita HIV/AIDS datang dari kalangan pekerja sekskomersial (5,3persen), homoseksual (25,8 persen), pengguna narkoba suntik (28,76 persen), transgender (24,8 persen), danmereka yang ada di tahanan (2,6 persen).

Terkait :   Nyaris Baku Pukul Antara Mahasiswa Dan Polisi di Gedung DPRD Riau.

Dari data yang dikumpulkan Dinas Kesehatan Provinsi Riau sampai dengan Agustus 2019 telah ditemukan 5.859 Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) di Provinsi Riau. Dari angkaitu, sebanyak 2.598 orang jatuh dalam stadium AIDS. Penemuankasus HIV di Provinsi Riau barusebesar 36 persendari 16.235 target yang ditentukannasional, dan yang sudahditanganisecarateraturbarusebesar 44,3persen. Sedangkansekitar 3.297 orang di Pekanbarudidiagnosa HIV hinggaOktober 2019 ini. Kasus HIV dan AIDS di Pekanbaru ditemukan pertama kali pada 2004 lalu.

Lalu bagaimanapendapatteman-temantentangpenyakitHIV di Indonesia terutama di Provinsi Riau, memprihatinkan bukan?
Penyakit HIV ini sebenarnya dapat dicegah loh teman-teman. Sebagaimana ungkapan lebih baik mencegah daripada mengobati. Jadi bagaimanasihcara yang dapatdilakukanuntukmencegahHIV? Ada banyakcara yang bisa di lakukan, tetapi disinikitaakanmembahas6carapencegahan HIV (Human Immunodeficiency Virus).

1. Hindari seks bebas

Seks bebas memang sangat dilarang, terlebih jika bergonta-ganti pasangan. Dari segi kesehatan, seks bebas juga bisa memberikan efek yang berbahaya bagi tubuh.Setialah dan jangan suka ‘jajan’ sembarangan di luar bagi pasangan yang sudah menikah. Pencegahan HIV dengan menghindari seks bebas ini merupakan salah satu langkah paling penting untuk terhindar dari penyakit ini.

2. Jangan gunakan jarum bergantian

Pencegahan HIV yang harus kamu perhatikan adalah jangan gunakan jarum secara bergantian. Selalu perhatikan penggunaan jarum yang steril jika kamu berniat untuk membuat tato atau pun tindik.

Terkait :   Dalam Perlombaan GFNY Bali 2018 Terdapat 30 Negara Asing Yang Mendaftar

3. Menggunakan kondom

Pencegahan HIV selanjutnya adalah kamu harus ekstra hati-hati jika tahu bahwa pasangan memiliki HIV. HIV bisa menular lewat darah dan air liur yang masuk ke dalam tubuh, juga melalui hubungan seksual.Ketika berhubungan seksual, lindungi diri dengan alat pengaman ekstra untuk mencegah kemungkinan terjadinya alat pengaman/kondom yang robek dan lain sebagainya.

4. Perhatikan luka yang terbuka

Jika bekerja dengan pasien HIV, pastikan kamu melindungi diri dengan sangat hati-hati. Pencegahan HIV yang bisa kamu lakukan yaitu dengan menggunakan pakaian yang diwajibkan oleh rumah sakit dan hati-hati dengan segala luka terbuka yang dimiliki.Terutama jika luka terbukamu akan bersentuhan atau terkena kontak dengan pasien HIV. Karena virus tersebut bisa menular melalui luka yang terbuka.

5. Lakukan vaksin

Pencegahan HIV yang kelima adalah melakukan vaksin hepatitis A dan hepatitis B, serta melakukan tes secara teratur sangat baik untuk melindungi diri dari HIV.

6. Pre-exposure prophylaxis (PrEP)

PrEP merupakan metode pencegahan HIV dengan cara mengonsumsi antiretroviral bagi mereka yang berisiko tinggi tertular HIV yaitu mereka yang memiliki lebih dari satu pasangan seksual, memiliki pasangan dengan HIV positif, menggunakan jarum suntik yang berisiko dalam 6 bulan terakhir, atau mereka yang sering berhubungan seksual tanpa pengaman.

Sumber : riaugreen.com