Koranriau.com – PEKANBARU – Meski usia sudah memasuki 71 tahun, pengrajin rotan ini, atau biasa di panggil akrab dengan Ajo, tetap bersemangat membuat kerajinan tangan, untuk kehidupan sehari – hari.

Dengan keterampipan jarinya, Ajo membuat berbagai kerajinan rotan, seperti tameng, ayunan, dan rak souvenir.

Saat ini Ajo sedang membuat tameng, karena ada pesanan sekitar 500 yang harus disiapkannya, dengan di bantu oleh keluarganya.

“Ni di bantu sama istri, anak dan cucu, kalau banyak pesanan, kadang dibantu sama teman – teman yang lain,” kata Ajo, saat di temui di gubuk tuanya yang berada di Jalan Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Senin (13/1/2020) sore.

Terkait :   Dinas Pendidikan Pekanbaru tiadakan USBN bagi anak SD Tahun 2020 ini..

Dalam satu hari, pria bernama lengkap Ali Buzar ini, bisa membuat sampai enam tameng, yang dia juap dengan harga Rp130 ribu perbuah.
“Ini dibuat karena ada pesanan aja, jika tidak ada pesanan, gak di buat, takutnya gak terjual semuanya, hanya kerjinan rotan ini yang bisa saya andalkan,” ujar Ajo sambil memukul paku ke rotan.

Ajo juga mengaku, penghasilannya tidak menentu dalam satu bulan. Jika ada perayaan besar, baru pesanan membludak.

“Dalam satu bulan, belum tentu ada pesanan, biasanya banyak saat perayaan imlek,” lanjut Ajo bercerita.

Ajo membuka usaha kerajinan rotan dari tahun 1975, ia merupakan pria yang berkelahiran di Sumatera Barat, yang merantau di Provinsi Riau.

Terkait :   Truk Tetap Bebas Melintas Di Jalan Soebrantas Pekanbaru

Sumber : riaulink.com