Koranriau.com JAKARTA – Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari mengakui, bila di internal partainya ada yang tak setuju, terkait rencana Partai Gerindra bergabung ke koalisi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf dalam lima tahun mendatang.

Namun, ia tak menjelaskan alasan kader partai berlambang banteng moncong putih itu menolak niat baik dari partai pimpinan Prabowo Subianto tersebut.

Meski terjadi perbedaan pendapat, kata dia, itu tak menjadikan kader partainya terpecah belah. Sebab, seluruh anggota PDIP mempunyai pemahaman, yakni menuruti dan menjalankan segala keputusan yang diambil oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Ada (yang menolak dan setuju), beragam aspirasi. Tapi PDIP karakternya kan tegak lurus ke ketum,” ujarnya seperti dikutip dari Okezone.com, Jumat (2/8/2019).

Terkait :   Mahkamah Agung Akan Batalkan Biaya Administrasi Pengesahan STNK

Sinyal merapatnya Partai Gerindra mulai ramai setelah sejumlah pertemuan yang terjadi antara Prabowo dan Jokowi di MRT, Lebak Bulus, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Pertemuan kemudian berlanjut antara Megawati Soekarnoputri dan Prabowo di kediamannya di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat.

Ia menyatakan, dirinya termasuk ke dalam kelompok yang menyutujui niat baik dari partai berlambang kepala burung garuda tersebut. Sebab, jika mengacu kepada pemahaman Demokrasi Pancasila, maka tak ada yang namanya lembaga oposisi.

“Bagiku, isu nya adalah penggunaan framework Pancasila sebagai perspektif untuk koalisi maupun oposisi (di luar pemerintahan). Kan Demokrasi Pancasila, tidak mengenal oposisi,” kata Eva. (R02)

Sumber:RIAUSKY.COM