Meski menjual LKS dinyatakan terlarang, namun sejumlah sekolah di Duri tetap melakukannya. Caranya, bekerja sama dengan pihak di luar sekolah.

KORAN RIAU – DURI – Meski telah dilarang melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 8, Tahun 2016 tentang larangan menjual Lembaran Kerja Siswa (LKS), namum hal tersebut seakan dicuaikan oleh hampir seluruh sekolah dan seluruh jenjang sekolah yang ada di Kota Duri, Bengkalis.

Dengan cara yang hampir sama diseluruh sekolah, trik penjualannya pun tampak halus. Pihak sekolah tidak langsung menjual kepada siswa, namun bekerja sama dengan pihak luar yang memiliki usaha penjualan Alat Tulis Kantor (ATK) untuk menjualnya kepada siswa dengan harga lumayan menguras kantong wali murid.

Terkait :   Untuk Mempertahankan NKRI, TNI Dan Polri Harus Selalu Bersinergitas Satu Sama Lain - Kolonel Inf Sonny Aprianto

Untuk urusan harga, sejumlah sekolah pun mempunyai cara masing masing. Ada yang menjual untuk satu smester, ada juga dua smester sekaligus.

Dari penelusuran dilapangan, untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) Negeri, salah satu sekolah yang terletak di Kelurahan Gajah Sakti secara terang terangan menjual LKS kepada murid dengan besaran Rp 85 ribu untuk sejumlah bidang studi. Untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri, salah satu SMP di Kelurahan Pematang Pudu memanfaatkan pedagang ATK yang tidak jauh dari sekolah untuk menjual LKS dengan harga Rp 145 ribu.

Sementara untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri, SMA yang terletak di Jalan Stadion, Kelurahan Air Jamban secara terbuka juga menjual kepada muridnya secara langsung dengan harga Rp 308 ribu untuk 2 Smester.

Terkait :   Peringati Hari Ibu, GOW Kampar Ziarah Makam Pahlawan

Menanggapi permasalahan tersebut, Koordinator Kecamatan Mandau, Dinas Pendidikan Bengkalis, Nasrizal saat dikonfirmasi secara halus menolak konfirmasi wartawan dengan mengatakan langsung menghubungi pihak sekolah.”Langsung saja ke sekolah terkait, kalau pun tidak, ke anggota dewan saja. Sebelumnya kita kan sudah adakan pembahasan tentang ini,”ujarnya singkat.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Riau, Rudiyanto melalui Sekretaris, Ahyu saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon genggamnya, Jum’at (26/7/19) tak merespon dan saat dikirimi pesan singkat telepon genggamnya juga tak berbalas.*(hen)

 

Sumber:Riauterkini