KORAN RIAU, PEKANBARU – Sebanyak 16 hotspot terpantau di Riau, ada tiga titik Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Pelalawan Riau namun tak terdeteksi satelit.

Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru Selasa (23/7) cuaca di sebagian wilayah di Riau dalam kondisi cerah berawan.

Dari pagi harinya cuaca dalam kondisi cerah berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang tidak merata terjadi di sebagian wilayah Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis Kabupaten Kep. Meranti dan sebagian Kabupaten Indragiri Hilir.

Para sore hingga malam hari dalam kondisi cerah berawan dengan potensi hujan ringan tidak merata dan bersifat lokal terjadi di sebagian wilayah Kab. Pelalawan, Kab. Siak, Kab. Kampar dan sebagian Kota Pekanbaru.

Sedangkan pada dini harinya cuaca Berawan.

Selanjutnya suhu udara di Riau pada kisaran 23.0 hingga 33.0 °C dengan kelembapan udara pada 55 hingga 98 persen, sedangkan angin dari arah tenggara ke Barat Daya dengan kecepatan 10 hingga 30 km/jam.

Untuk titik panas sendiri di Riau terpantau 16 titk, terbanyak terpantau di Kabupaten Bengkalis 6 titik, Dumai 7 titik, Siak, Rohil dan Pelalawan masing-masing 1 titik.

Terkait :   Cari Info Zonasi, Datangi Sekolah Terdekat, Penerimaan Peserta Didik Baru SMP di Bengkalis 1-4 Juli

“Potensi hujan masih ringan sehingga sebagian besar wilayah Riau masih dalam kondisi kering,” ujar Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru Marzuki kepada tribunpekanbaru.com.

Ada Tiga Titik Karhutla di Pelalawan Riau, Namun Tak Terdeteksi Satelit

Personil tim gabungan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Pelalawan Riau hari ini, Selasa (23/7/2018) tampaknya lebih sibuk lagi dibanding hari-hari sebelumnya.

Pasalnya terpantau ada tiga lokasi Karhutla yang titik apinya tersebar di tiga kecamatan. Padahal berdasarkan pantauan satelit Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) hanya ada satu hotspot di Pelalawan yakni di areal Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), tingkat confidence dibawah 70 persen.

“Ini titik api yang tidak terpantau oleh satelit. Saat api muncul langsung dikroscek oleh personil rayon kecamatan dan dilakukan pemadaman,” tutur Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio, kepada tribunpelalawan.com, Selasa (23/7/2019).

Hadi Penandio merincikan, Karhutla yang timbul di lokasi langsun di tangani oleh tim gabungan di masing-masing rayonisasi kecamatan. Satu titik terpantau di daerah Tanjung Putus Desa Kuala Terusan Kecamatan Pangkalan Kerinci, Pelalawan.

Api membakar semak belukar dan merembet ke kebun kelapa sawit milik masyarakat.

Terkait :   ASIK Mesum, POLISI Temukan Dua Pasangan Tanpa Busana Saat Razia di SCH, Ada Pegawai Pemkab Pelalawan

Api terpantau sejak Senin (22/7/2019) sore lalu dan ditangi personil tim gabungan dari TNI, polri, BPBD, Satpol PP dan Damkar, masyarakat peduli api, dan tim kecamatan.

Api sudah berhasil di lokalisir dan dilakukan pendinginan untuk mencegah api kembali muncul lagi.

Lokasi Karhutla kedua terpantau di Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam yang membakar semak belukar di atas lahan masyarakat.

Lokasi kebakaran terletak cukup jauh ke areal hutan yang menyulitkan personil tim gabungan menjangkau lokasi api sehingga tak bisa melokalisir api dari beberapa sudut lahan yang dilalap api.

“Tim kecamatan Langgam terkendala medan di lokasi yang susah ditembus. Jadi tim hanya fokus pada satu sisi saja,” tambah Hadi Penandio.

Titik ketiga Karhutla ada di Desa Sering Kecamatan Pelalawan yang timbul sejak malam.

Proses pemadaman diupayakan oleh personil rayon kecamatan yang dibantu tim Damkar PT RAPP.

Lahan yang terbakar kebanyak areal gambut yang diketahui sulit dipadamkan.

“Tim kabupaten masih fokus di Tanjung Putus. Untuk di Langgam dan Desa Sering ditangani tim rayon kecamatan dibantu perusahaan. Luasan yang terbakar belum diketahui,” tandasnya.

Sumber:TRIBUNPEKANBARU.COM