Aparat Polsek Bukitraya, Pekanbaru membekuk dua spesialis copet di angkutan kota. Tiga lagi masih diburu.

KORAN RIAU-PEKANBARU-Bermodalkan angkutan kota (angkot) yang digunakan untuk mengantar jemput penumpang, Tomi Lembang Putra dan Arif Putra justru menyalahgunakan transportasi darat tersebut untuk mencopet harta sejumlah penumpangnya. Untuk menjalankan aksi copet itu, kedua tersangka juga dibantu oleh 3 rekannya yang kini masih menjadi buronan polisi, yakni De, Ce dan Un.

Menurut Kapolsek Bukit Raya, Kompol Bainar, komplotan tersangka memiliki peran yang berbeda-beda. Tersangka Tomi Lembang sendiri berperan sebagai supir, Arif membantu supir, sedangkan 3 rekannya yang DPO ada yang berperan sebagai kenek angkot serta berperan sebagai penumpang. Sasarannya tak lain adalah penumpang lain yang berada di dalam angkot tersebut.

“Komplotan mereka ini ada 5 orang, 2 sudah kita tangkap dan 3 orang lagi masih DPO. Modusnya, mereka narik angkot mencari penumpang, kemudian setelah dapat penumpang, ditengah perjalanan angkot mereka pura-pura kempes ban. Lalu saat itulah satu persatu dari mereka mulai menjalankan perannya masing-masing,” ujarnya ketika ekpose tersangka dan barang bukti, Senin (15/07/19) siang.

Terkait :   Inilah Kronologi Penonton Terserempat Kereta Api Saat Nonton 'Surabaya Membara', 3 Meninggal

Komplotan copet spesialis angkot itu sendiri, terungkap saat tersangka dan rekan-rekannya tertangkap tangan mencopet korbannya, Apriyan Santoso (25) pada Selasa, (09/07/19) sore pekan lalu. Kala itu, korban yang sedang menumpangi angkot tersangka di Jalan Tuanku Tambusai diberitahukan oleh kenek angkot Un, bahwa angkot tersebut kempes ban dan harus berhenti. Korban sendiri duduk dibangku penumpang ditengah-tengah dua rekan tersangka lain yang berpura-pura sebagai penumpang, De dan Ce.

Ketika angkot sudah berhenti, komplotan copet itupun mulai menjalankan perannya. Beruntung upaya mereka kepergok oleh korban karena melihat dompetnya jatuh di lantai angkot. Korban juga sempat membuka dompet miliknya itu, tapi begitu dompet dibuka ternyata uangnya sudah tidak lagi.

Terkait :   Duka Mendalam Masyarakat Kampar, Pimpinan Ponpes Dahrun Nadha Meninggal Dunia

“Jadi korban memergoki ulah para tersangka, lalu berteriak sehingga memancing kedatangan warga. Tersangka Tomi dan Arif tertangkap oleh warga saat itu juga. Sementara 3 orang lagi berhasil melarikan diri,” gumamnya.

Masih kata Bainar, dalam melakukan aksi pencopetan, komplotan tersangka sudah terbilang sering. Lokasinya adalah penumpang di sepanjang Jalan Tuanku Tambusai – Jalan HR Soebrantas.

“Pengakuan tersangka sering, tapi dia tak ingat lagi berapa kali (mencopet). Kita juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati jika menaiki angkot di sekitar Jalan Nangka (Tuanku Tambusai) dan Panam (Jalan HR Soebrantas), karena lokasi sasaran mereka mencari penumpang di daerah tersebut. Untuk kedua tersangka, kita jerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara,” tutupnya.***(gas)

 

Sumber:Riauterkini