Program peternakan rakyat didukung ADD Gondai, Pelalawan tak berjalan mulus. Tujuh sapi yang dikembangkan mendadak mati.

KORAN RIAU,-PANGKALANKERINCI- Sebanyak tujuh ekor sapi yang dibeli  dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran (TA) 2018 lalu, di desa Pangkalan Gondai, kecamatan Langgam mati. Kematian sapi-sapi ini diduga karena perawatan tidak maksimal dan kekurangan nutrisi.

Kepala Desa (Kades) Pangkalan Gondai, Zulfahmi ketika dihubungi Kamis (4/7/19) menuturkan penyebab tujuh dari 12 ekor sapi yang dibeli melalui dari dana desa tersebut diserang penyakit.

“Diserang penyakit, tapi saya tak ingat apa nama jenis penyakitnya, soalnya ada tim dokter hewan turun kemarin untuk melakukan pemeriksaan,” terang Zulfahmi.

Terkait :   Diduga Hilang Kendali, Mobil Pajero Hantam Pohon, Supir Tewas Di Tempat

12 ekor sapi ini, kata Zulfami dibeli melalui dana desa, dengan jenis sapi Bali. “Jika tak silaf, untuk satu ekor sapi, kita beli Rp 15 juta lebih termasuk pajak,” imbuhnya.

Sapi ini, sambung Kades Zulfahmi diperuntukkan kepada kelompok tani yang ada desa Pangkalan Gondai. “Kita pakai kelompok tani, jadi kelompok tanilah nantinya mengelola dan pengembang biakkannnya,” tandasnya.

Ditempat terpisah, banyak masyarakat dibuat kecewa, pengadaan sapi yang bersumber dari dana desa Gondai. Pasalnya, peruntukan sapi tersebut hanya dinikmati oleh segelintir orang saja.

“Sesungguhnya, kami sangat kecewa terhadap, pengadaan sapi yang bersumber dari DD, peruntukkan hanya bagi segelintir orang saja, nyaris tak ada masyarakat awam yang dapat,” kata salah seorang tokoh pemuda Gondai meminta namanya tidak ditulis.***(feb)

Terkait :   Ditinggal ke Pasar, Rumah Semi Permanen Milik Lansia di Bathin Solapan, Bengkalis Ludes Dilalap Api

 

Sumber:RiauTerkini