BERITA RIAU, Pekanbaru – Setelah puluhan tahun menanti, akhirnya masyarakat Kota Pekanbaru punya rumah sakit sendiri. Dinamai Madani, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ini dikelola Pemerintah Kota dan baru saja dioperasikan penggunaannya di Jalan Garud Sakti KM 2, Kecamatan Tampan.

Di Kota Pekanbaru memang terdapat puluhan rumah sakit, mulai dari swasta dan dua buah RSUD, yaitu Arifin Ahmad dan Petala Bumi. Dua nama terakhir merupakan milik Pemerintah Provinsi Riau.

Sejak dioperasikan, RSUD Madani mendapat antusias dari masyarakat. Setiap hari warga berdatangan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, meskipun fasilitasnya belum selengkap rumah sakit lain.

“Alhamdulillah, polikliniknya mulai dari umum, gizi, konsultasi gizi, gigi dan spesialis lainnya sudah beroperasi semua. Termasuk Instalasi Gawat Darurat, dioperasikan 24 jam,” kata Plt Direktur RSUD Madani, Dian Astuti, Kamis, 8 Februari 2018.

Meskipun belum ada pasien rawat inap, Dian menyebut ruangan dan fasilitasnya disiagakan. ‎Menurutnya, pasien rawat inap harus butuh observasi selama lima jam terlebih dahulu dan tetap diinfus.

Terkait :   Djanur: PSMS Medan Harus Optimis Lawan Persija

Di IGD sendiri, sejak dioperasikan sudah ada sekitar 50 warga yang datang berobat. Rata-rata ada sekitar 7 sampai 8 orang yang berobat ke IGD yang dioperasikan selama 24 jam.

“Alhamdulillah, untuk poli spesialis sudah banyak diminati berkat sosialisasi kepada masyarakat,” ucap Dian.

Untuk menarik minat warga berobat, setiap pagi diadakan senam bersama. Juga dilakukan cara-cara sosialisasi lainnya, baik itu melalui media cetak serta media sosial.

“Ke depannya, penyusunan struktur organisasi dan manajemen. Selanjutnya pengembangan setelah pejabat-pejabat bekerja sesuai dengan tugas pokoknya masing-masing,” ucap Dian.

Dia mengimbau warga untuk menjadikan rumah sakit ini sebagai tujuan utama. Apalagi posisinya yang strategis terletak di perbatasan Kampar dan Kota Pekanbaru yang padat penduduk serta jalur lintas.

Sebelumnya, Wali Kota Pekanbaru Firdaus ketika meresmikan RSUD ini pada akhir Januari 2018 menyebut fasilitas kesehatan ini menggunakan konsep green hospital.

Firdaus juga berharap RSUD ini nantinya juga menjadi rujukan bagi masyarakat Pekanbaru yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan dari Pemerintah Kota Pekanbaru.

Terkait :   Korban Crane Jatuh Dapat Santunan Rp 25 Juta Beserta Ansuransi

“Keberadaan RSUD Madani ini diharapkan bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Pekanbaru yang sedang sakit. Mudah-mudahan keberadaan RSUD Madani Pekanbaru ini bisa bermanfaat ke depannya,” ujarnya.

Setelah dilakukan soft launching, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru diminta untuk langsung melayani masyarakat. “Dari laporan memang pelayanan akan langsung diberikan setelah launching ini. Semua persiapan sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Pembangunan RSUD ini masuk ke dalam proyek multiyears yang didanai pada tiga tahun anggaran. Tahun pertama (2014) pembangunan menghabiskan dana sebesar Rp 6,3 miliar, di tahun kedua (2015) dana yang dikucurkan sebesar Rp 41,4 miliar.

Untuk tahun ketiga, akan menghabiskan dana Rp 42,3 miliar. Total pagu anggaran sebesar Rp 90 miliar dengan nilai kontraknya Rp 80,9 miliar.

 

 

Sumber : Liputan6.com