BERITA RIAU,Jakarta -Fredrich Yunadi sempat menolak perkaranya dilimpahkan ke tahap dua sehingga segera disidang. Namun KPK tetap melimpahkan perkara Fredrich itu ke penuntutan.

Awalnya Fredrich dipanggil penyidik KPK. Namun dia mengirim surat melalui pengawal tahanan karena menolak rencana pelimpahan tersebut.

“FY (Fredrich Yunadi) mengirimkan surat ke penyidik karena menolak dilakukan rencana pelimpahan tahap 2 kepada yang bersangkutan,” ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (1/2/2018).

Kemudian, penyidik dan jaksa KPK mendatangi Fredrich di rutan. Kemudian penyidik dan jaksa menyertakan keberatan Fredrich dalam berita acara pelimpahan.

“Karena FY menolak datang memenuhi panggilan penyidik, maka penyidik dan JPU mendatangi FY ke rutan untuk dilakukan proses lebih lanjut. Pelimpahan tahap 2 tidak mensyaratkan persetujuan dari tersangka, sehingga proses tetap dilakukan dan keberatan FY dituangkan dalam berita acara pelimpahan,” kata Febri.

Terkait :   Dikabarkan Dari Media Malaysia, Peresmian Egy Maulana ke Lechia Gedansk.

“Selanjutnya KPK akan mempersiapkan dakwaan dan menyerahkan berkas ke pengadilan untuk menunggu proses persidangan di PN Tipikor Jakarta Pusat,” imbuh Febri.
Sementara itu, terkait kasus yang menjeratnya, Fredrich telah mengajukan praperadilan. Sidang itu dijadwalkan dilaksanakan pada 5 Februari 2018.

Sebelumnya, sidang sempat dijadwalkan pada 12 Februari. Namun, karena dianggap terlalu lama, pihak Fredrich mencabut permohonan pertama dan mengganti alamat kuasa hukumnya agar sidang bisa dimajukan. KPK sempat menyatakan perilaku seperti ini tidak biasa dilakukan seorang tersangka.

Proses pelimpahan tahap 2 dari penyidikan ke penuntutan sendiri menandai tahap persidangan akan dimulai. Dalam persidangan, praperadilan otomatis gugur ketika sidang inti kasus dibuka dan dakwaan dibacakan jaksa penuntut umum.

Terkait :   Air Sempat Surut, Namun Warga Kebon Pala Jaktim Kembali Kebanjiran

Kasus tersebut berawal ketika Novanto menghilang pada 15 November 2017, saat tim KPK mendatangi rumahnya. Selang sehari atau tepatnya pada 16 November 2017, Novanto dikabarkan mengalami kecelakaan dan menjalani perawatan di RS Medika Permata Hijau.

Tim KPK melakukan penyelidikan dan memperoleh indikasi adanya upaya menghalang-halangi proses penyidikan Novanto di balik peristiwa hilangnya Novanto itu. Akhirnya KPK menetapkan 2 tersangka, yaitu Fredrich Yunadi dan dr Bimanesh Sutarjo.

Bimanesh merupakan dokter yang menangani Novanto ketika mengalami kecelakaan pada 16 November 2017 saat dicari KPK. Baik Bimanesh maupun Fredrich diduga memanipulasi data rekam medis Novanto untuk menghindari panggilan penyidik KPK.

 

Sumber : Detik.com