Kampar (Berseripos.co.id)

Terkait kelangkaan gas Elpiji 3 Kg Bersubsidi di Kabupaten Kampar yang meyebabkan harga melambung tinggi mendapat Respon dari Dinas Perdaganan Koperasi dan UKM Kabupaten Kampar.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Kampar, Amin Filda melalui Sekretaris Dinas, Purwadi mengatakan, terkait masalah kelangkaan gas Elpiji 3 Kg Bersubsidi, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM kabupagen Kampar telah menyurati agen dan pangkalan elpiji 3 Kg.

“Kita sudah ultimatum agar gas Elpiji 3 Kg bersubsidi didistribusikan sesuai dengan aturan yang berlaku, salurkan kepada masyarakat miskin yang memang benar-benar berhak menggunakan gas Elpiji 3 Kg,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Pengawasan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Kampar, Erdiot memaparkan kuota gas Elpiji 3 Kg untuk kabupaten Kampar.

Menurutnya, kuota Kampar saat ini sudah 5, 5 juta tabung, dan agen ada 13% pengurangan, jadi 4,7 juta tabung di Tahun 2017, dan Kuota ini seluruhnya untuk masyarakat yang tergolong miskin.

Terkait :   Antisipasi Peredaran Pil PCC dan Narkoba, Kapolres Kampar Himbau Masyarakat Peduli dan Waspada

Ketika disinggung upaya sikapi kelangkaan gas Elpiji 3 Kg yang kerap terjadi, Erdiot menuturkan, bahwa solusinya harusnya diberlakukan secara nasional dengan mekanisme pendistribusian tertutup (Gunakan Kartu Kendali).

“Untuk menyelsaikan persoalan elpiji ini harus secara nasional, kendati demikian daerah, khususnya kabupaten Kampar telah melakukan langkah agar pendistribusian Gas Elpiji 3 Kg tepat sasaran, kita daerah sudah minta data keluarga tergolong miskin, dan rencananya tahun depan minta izin pusat untuk pemberlakukan pendistribusian elpiji 3 Kg dengan menggunakan kartu kendali versi daerah,” terangnya.

Erdiot juga memaparkan, Pegawai Negeri, rumah makan, kandang ayam, sudah dilarang menggunakan Gas Elpiji 3 Kg, dan larangan ini sudah diatur dalam SK bupati.

Terkait :   Gadis 16 Tahun di Dumai Disetubuhi Pacar dan Teman-teman Pacarnya

Disamping itu, Erdiot juga menegaskan bahwa Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Kampar akan melakukan tindakan tegas kepada agen dan pangkapan yang coba-coba mendistribusikan Gas Elpiji 3 Kg Bersubsidi secara non prosedural.

“Apabila ada laporan terkait penyalahgunaan Elpiji 3Kg ke kita, dan dilengkapi bukti yang akurat, akan kami tindak tegas,” tegasnya.

Ditambahkan Erdiot, Gubernur Riau dan Bupati Kampar juga telah mengeluarkan himbauan agar segera beralih ke gas 5 Kg dan 12 Kg, jika tidak tergolong masyarakat miskin.

“Kriteria miskin berdasarkan peraturan menteri ESDM nomor 26 Tahun 2009 tentang pendistribusian elpiji 3 Kg, yang dikategorikan miskin yakni masyarakat yang pendapatannya dibawah 1,5 juta,” tutupnya. (Canggih)