Mandau, Bengkalis (Berseripos.co.id)

Demi bertahan hidup dalam sulitnya mempertahankan ekonomi saat ini, walaupin sulit untuk mengurus izin usaha, namun tetap nekat menjalankan usaha ubi gaplek ini.

Demikian disampaikan oleh Sudarti (49), warga Desa Air Jamban Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis kepada Berseripos.co.id, Sabtu (4/11/2017), di kediamannya.

Dikatakan Sayuti, Usaha Ubi Gaplek imi sudah dilakoninnya sekitar 8 bulan.

“Awalnya saya hanya bermodalkan ubi sorteran dari lahan ubi kepunyaan Dion Pasaribu yang lagi memanen ubi yang letaknya kebetulan tidak jauh dari lokasi rumah saya, dengan penuh harapan, saya mampir kesana untuk mendapatkan ubi sorteran dengan cara menawarkan bantuan untuk mencincang dan memasukkan ubi ke dalam karung, mendengar permohonan saya pak Dion pun memberikan ubi sorteran tersebut dengan suka rela kepada saya, setelah itu saya langsung bergegas ke rumah dengan membawa ubi sorteran ke rumah agar dapat saya olah menjadi gaplek,” terangnya.

Terkait :   Supir Ngantuk, Bus Travel Medan Tabrak Median Jalan

Dijelaskannya, seiring berjalannya waktu, usahanya dalam membuat gaplekpun mulai lancar, dan akhirnya ada agen yang datang ke rumahnya guna membeli gaplek hasil produksinya.

“Karena sudah ada modal dari hasil penjualan gaplek, saya pun berkeinginan mengembangkan usaha saya,dan berharap mendapatkan perhatian dari pemerintah, apa lagi saya hanya seorang janda yang harus memikul tanggung jawab untuk menghidupi ke 3 anak saya,” ujarnya.

Lebih lanjut Sayuti menuturkan, bahwa dirinya saat ini masih hidup menumpang dan menjaga lahan orang agar mendapatlan tempat untuk berteduh.

“Saya berharap, pemerintah setempat dapat membantu usaha saya penyambung hidup ini,” tutupnya. (Bagus Tian.S)