koranriauku

BKKBN Riau Layani KB Sterilisasi Gratis

BERITA MERANTI, Pekanbaru (RP) – menyikapi terjadinya pertumbuhan penduduk yang sangat drastic, terutama di Riau, pihak Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Riau membuka layanan program KB gratis. ‘’Kita tidak ingin yang digratiskan itu hanya yang murah-murah saja, tapi juga melayani yang mahal-mahal, seperti sterilisasi. ,’’ Kepala BKKBN Riau Drs Ary Goedadi, Selasa (29/3).
Dikatakan Ary Goedadi, bila selama ini pelayanan  KB lebih kepada pemberian kondom gratis, suntik, pil dan IUD, kini BKKBN meluncurkan program sterilisasi gratis. Pelayanan akan dilakukan di rumah sakit dan dengan dokter special. ‘’Kalau selama ini sebuah keluarga enggan untuk steril karena biaya mahal, karena biayanya berkisar Rp4 hingga Rp5 juta per operasi, kini BKKBN menggratiskan. Silakan, siapa saja orangnya, baik yang miskin maupun yang tidak miskin, kami dari BKKBN akan
menggartiskan,’’ ujar Ary Goedadi lagi.

Caranya kata Ary, khusus untuk Kota Pekanbaru, silakan mendatangi kantor BKKBN Riau di Jalan Terubuk no 1 atau ke kantor PPKBD. Sedangkan bagi warga di kabupaten/kota silakan mendatangi kantor PPKBD kabupaten/kota atau langsung ke Pekanbaru. ‘’Petugas akan melayani  tanpa persyaratan2 yang rumit-rumit.
Dipaparkannya, berdasarkan hasil survey BKKBN di sejumlah kabupaten/kota di Riau, ternyata minat masyaraka untuk ber-KB steril cukup tinggi.Namun biaya untuk itu cukup besar, sementara kebutuhan hidup mereka juga mendesak. ‘’Kini BKKBN memberi solusi, tidak perlu risai, BKKBN akan menggratiskan,’’ kata Ary Goedadi
Dijelaskan Ary, peserta KB aktif di Riau selama ini tidak hanya yang pakai alat kontrasepsi kondom, suntik dan IUD saja, tapi juga implant. ‘’Bahkan  dari testimony kami dengan sejumlah warga di Kuantan Singingi, mereka mengakui kesulitan untuk mengurus anak yang cukup banyak,  dan ingin Kb steril, sementara tuntutan kebutuhan hidup juga makin sulit. Setelah diberi solusi perlunya KB permanent berupa sterilisasi, mereka pun meminati,’’ ungkap Ary Goedadi lagi.
Bahkan data BKKBN hingga kemarin lebih 100 keluarga di Kuansing ingin ber KB steril. ‘’Yang menariknya, yang ingin menjalani KB steril itu adalah kaum bapak. Ini juga menandai kesadaran kaum bapak terhadap penting arti kesehatan ibu dan anak,’’ tutur Ary didampingi Humas BKKBN Riau Donni Irawan.
Ary juga menjelaskan selain di Kuantan Singingi, keinginan kaum bapak untuk ber-KB juga terlihat di Kampar, Dumai, Bengkalis, serta Pekanbaru.  Ini terbukti dengan masukkan sejumlah nama yang telah mengisi formilir yang disediakan BKKBN. ‘’Dari data kami, mereka yang ikut KB steril gratis ini tidak hanya dari kalangan ekonomi menengah ke bawah aja, tapi juga mereka yang masuk katagori sejahtera.’’ Ujarnya.
Menjawab Riau Pos soal fenomena kependudukan, Kepala BKKB ini menyatakan berdasarkan hasil SDKI, di Indonesia termasuk Riau terjadi pertambahan penduduk yang sangat drastic. Sayangnya pertumbuhan ini kurang diimbangi dengan tingkat ekonomi keluarga. ‘’Sehingganya kalau seharusnya sebuah kue dimakan oleh satu atau dua anggota keluarga kini harus dimakan oleh empat atau lima anggota keluarga, ini jelas akan berpengaruh pada masa depan anak,’’ paparnya.
Selain itu, tuturnya, pemerintah juga ingin meningkatkan derajat ekonomi keluarga, akses kesehatan anggota keluarga, pelayanan pendidikan anak, upaya untuk mendapatkan pekerjaan. ‘’Semua  itu akan bias didapai kalau dimulai dari tingkat terkecil, yakni keluarga. Kalau hak-hak dasar anak bias terpenuhi, pasti akan menghasilkan masa depan yang bagus. Namun sebaliknya, bila hak-hak dasar anak dalam keluarga tidak tercukupi, ini akan jadi masalah besar, tidak hanya di keluarga, tapi juga beban bagi pemerintah di masa depan,’’ tegas Ary Goedadi.

Related

Laporan Khusus Lainnya 1310990328121446942

Poskan Komentar Default Comments

emo-but-icon

FOLLOW US

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Connect Us

item